LATAR BELAKANG

Perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi di dunia tumbuh dengan pesat di berbagai sektor baik pemerintahan, swasta, maupun masyarakat secara luas. Hal tersebut sangat dirasakan manfaatnya baik dalam upaya meningkatkan mutu, profesionalisme, produktivitas maupun pertumbuhan ekonomi pada umumnya. Namun disisi lain, timbul ancaman dalam bentuk serangan cyber yang dapat berakibat fatal terhadap data/informasi yang berbasis IT di seluruh dunia termasuk diantaranya Indonesia.

Menurut Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure/Coordinator Center (Id-SIRTII/CC), sepanjang 2017 internet di Indonesia mengalami 205 juta serangan cyber. Dilihat dari hasil pemantauan trafik anomali nasional dari Januari sampai November 2017, tercatat oleh Id-SIRTII/CC ada sebanyak 205.502.159 serangan. Dari hasil laporan itu juga, terlihat bahwa serangan paling rendah terjadi pada Januari dengan 232.297 serangan. Sementara puncak serangan pada 2017 ini terjadi pada Maret lalu yang jumlahnya mencapai 54.133.256 serangan. Dari semua serangan di atas, jenis malware yang paling banyak menyerang keamanan internet di Indonesia sebanyak 36.423.773 aktivitas.

Dalam laporan Id-SIRTII/CC mengungkapkan bahwa situs berdomain go.id yang paling banyak terinfeksi malware setelah sebelumnya terkena defacement. Lalu diikuti, domain beralamatkan .ac.id, .co.id, .sch.id, .id, .or.id, .net.id, .net.id, .web.id, dan .my.id. Adapun laporan insiden yang masuk, yakni berkaitan dengan malware sebanyak 770 laporan, fraud 1.380 laporan, DOS 14 laporan, vulnerability 45 laporan, intrusion sebanyak 50 laporan, dan satu laporan lainnya.

Di bidang pelayanan kesehatan pada tahun 2017 telah terjadi serangan ransomware ke salah satu rumah sakit di Indonesia yang berakibat gangguan pada pelayanan namun data pasien maupun data tindakan medis dapat diamankan. Kondisi pelayanan di rumah sakit yang selama 24 jam harus memberikan pelayanan dan menggunakan sistem informasi berbasis IT dan petugas yang menggunakan sistem shift sangat beresiko terhadap kemungkinan terjadinya serangan cyber yang dapat berakibat fatal terhadap sistem pelayanan di rumah sakit.

Berdasarkan pada hal tersebut di atas maka IndoHCF bekerja sama dengan Telkomtelstra dan PERSI (Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) bermaksud menyelenggarakan temu pakar dalam bentuk diskusi panel dengan topik : BAGAIMANA KESIAPAN RUMAH SAKIT MENGHADAPI SERANGAN CYBER?
bagi para pimpinan/pemangku kebijakan rumah sakit, dengan panelis para pakar IT dan kesehatan.

TUJUAN
Memberikan edukasi kepada Rumah Sakit mengenai cara membangun sistem keamanan informasi yang baik dan terintegrasi.

PELAKSANAAN
Kegiatan akan dilaksanakan pada Selasa, 10 April 2018 pukul 09:00 - 13:00. Peserta dapat mendaftar melalui link bit.ly/IndoHCF_Expert_Meeting. Tata cara akses webinar akan dikirimkan melalui email konfirmasi setelah pendaftara.

  Time & Location

  Timetable

  • Tidak ada timetable untuk event ini

  Speaker Profiles

  • Tidak ada profil pembicara untuk event ini

  Materials

  • Tidak ada materi untuk event ini

  Registration Form

  Komentar

Komentar Hanya Untuk Member

Komentar hanya bisa dilakukan oleh member IndoHCF.
Belum memiliki akun? klik disini untuk membuat akun baru.