Kamis, 26 April 2018 | 08:00 - 13:00 | Grand Ballroom Fairmont Hotel, Jakarta

Pendaftaran: bit.ly/daftar260418
ATAU Scan QR Code berikut:

Latar Belakang

Dewasa ini sering kita mendengar mengenai munculnya pelaku dalam dunia bisnis yang mengganggu keberadaan pelaku lama atau Disruptive Innovation. Berbagai fenomena yang ada tersebut sudah jelas terjadi bukan tanpa sebab. Pertama, perkembangan teknologi memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap arah perubahan dan inovasi. Kedua, kebutuhan yang tinggi akan efisiensi dan efektifitas menyebabkan produsen perlu melakukan inovasi yang memadahi.

Dalam dunia kesehatan hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk menjadi lebih baik dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Namun masih banyak pemahaman yang salah mengenai disrupsi yang hanya dikaitkan dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT). Pemahaman ini kurang tepat, sebab disrupsi tidak hanya merubah cara berbisnis namun sampai budaya bahkan ideologi berbisnis. Contoh sederhana cara berbisnis yang dahulu menekankan owning (Kepemilikan) menjadi sharing (saling berbagai peran / kolaborasi). Beberapa ciri terjadinya disruspi adalah:

  • Efisiensi dan efektivitas biaya karena proses bisnis menjadi sederhana
  • Kualitas yang dihasilkan lebih baik
  • Menciptakan pasar baru
  • Mudah diakses dan dijangkau
  • Menjadi lebih smart (menghemat waktu dan akurat)

Dalam indutri jasa layanan kesehatan di Indonesia pun tengah dihadapkan dalam momentum besar akan munculnya layanan disrupsi ini. Mengingat para CEO nya terlalu nyaman untuk melakukan Inovasi Berkelanjutan (Sustaining Innovation) sehingga menjauhkan penyedia layanan ini kepada para konsumennya. Rumah sakit dikembangkan dengan investasi yang masif untuk dapat melayani pasien dengan teknologi dan para ahli dengan keahlian terbaru, dengan harga yang semakin tak rasional. Selain itu kebijakan pembiayaan kesehatan nasional di negeri ini pun, mengalami perubahan yang masif dengan diberlakukannya UU BPJS sejak tahun 2011, sehingga mengubah perilaku konsumen untuk membelanjakan jatah konsumsi kesehatan dasarnya menggunakan iuran BPJS kesehatan yang terjangkau dan diintervensi Negara.

Dunia kesehatan Indonesia saat ini dihadapkan pada dua dimensi tantangan yaitu melalui program JKN yang harus mampu melakukan kendali mutu dan biaya dalam memberikan pelayanan kesehatan, di sisi lain dihadapkan pada tantangan global yang harus mampu berkompetisi dalam memberikan pelayanan kesehatan baik di tingkat nasional, regional maupun internasional. Dengan demikian maka fasilitas kesehatan di Indonesia harus mampu melakukan transformasi pelayanan kesehatan melalui berbagai strategi antara lain dengan inovasi disrupsi.

Dalam upaya mendorong tercapainya transformasi pelayanan kesehatan melalui inovasi disruptif tersebut di atas maka IndoHCF bermaksud mengadakan seminar internasional dengan judul “TRANSFORMASI PELAYANAN KESEHATAN DI ERA DISRUPSI " bagi para stakeholder di bidang kesehatan.

Acara ini diselenggarakan dengan tujuan untuk membuka wawasan baru dalam dunia kesehatan di Indonesia agar mampu unggul dalam berkompetisi baik di tingkat nasional, regional dan internasional melalui strategi inovasi disruptif di bidang pelayanan kesehatan.

Kegiatan ini akan diselenggarakan dalam bentuk seminar pada Rabu, 25 April 2018 pukul 08:00 - 15:00 di Fairmont Hotel, Jakarta. Poster dan topik seminar dapat didownload di bagian Timetable di bawah ini.

  Time & Location

Grand Ballroom
26 April 2018 08:00 - 13:00

  Speaker Profiles

  • Tidak ada profil pembicara untuk event ini

  Materials

  • Tidak ada materi untuk event ini

  Registration Form

  Komentar

Komentar Hanya Untuk Member

Komentar hanya bisa dilakukan oleh member IndoHCF.
Belum memiliki akun? klik disini untuk membuat akun baru.