Salah satu target vaksinasi tahap kedua adalah lansia 60 tahun ke atas dengan total sasaran 21.5 juta orang. Namun harus diakui bahwa diantara lansia tersebut banyak yang mempunyai faktor komorbid.

Tingginya antusias masyarakat lansia untuk melakukan vaksinasi, perlu diimbangi dengan informasi yang benar.

Oleh karena itu, Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF) berkolaborasi dengan

Komunitas Relawan Emergensi Kesehatan Indonesia (KREKI),

Ikatan Konsultan Kesehatan Indonesia (IKKESINDO),

Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI),

Kongres Wanita Indonesia (KOWANI),

Persatuan Istri Purnawirawan (PERIP),

Perkumpulan Juang Kencana (JUKEN) &

Mitra Daya Setara (MDS)

dengan didukung oleh idsMED bermaksud menyelenggarakan acara Virtual Talkshow BIBIR COVID (Bincang Bincang Seputar COVID 19) – serial XXV dengan topik:

“VAKSINASI COVID 19 BAGI LANSIA: BAGAIMANA IMPLEMENTASI DI LAPANGAN?”

Hari/Tanggal: Kamis, 4 Maret 2021

Waktu: 13.00 - 15.00 WIB

ISU YANG BEREDAR:
1. Kondisi apa yang boleh/tidak boleh dilakukan vaksinasi pada lansia?
2. Sejauh mana efek samping yang kemungkinan timbul setelah dilakukan vaksinasi dan apa yang harus dilakukan?
3. Bila terjadi efek samping, apakah biaya pengobatan akan ditanggung oleh Pemerintah?
4. Selain Sinovac, jenis apalagi yang bisa untuk lansia dan apa perbedaannya?
5. Apa kendala yang dialami Pemerintah (pusat/daerah) maupun masyarakat dalam pelaksanaan vaksinasi lansia, dan bagaimana solusinya?
6. Bagaimana prosedurnya, bila menginginkan vaksinasi mandiri/gotong royong?
7. Kenapa jarak vaksinasi kedua berbeda: pada 60 tahun keatas 28 hari dan dibawah 60 tahun 14 hari?
8. Berapa lama diperkirakan kekebalan akan muncul?
9. Bagaimana cara mengetahui bahwa kekebalan kita sudah timbul?
10. Bila ternyata kekebalan masih rendah, apakah boleh divaksinasi ulang? Berapa lama jaraknya?
11. Bila sebelumnya sudah mendapat vaksinasi lain, misalnya vaksin infuenza, berapa hari jarak boleh di vaksin?

PENGANTAR
DR. Dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS – Ketua Umum IndoHCF & KREKI

PEMBUKA ACARA:
DR. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd – Ketua Umum KOWANI

KEYNOTE SPEECH:
Prof. Dr. Abdul Kadir, Ph.D, Sp.THT-KL (K) – Direktur Jenderal YANKES, Kementerian Kesehatan RI

NARASUMBER:
1. Prof. DR. Dr. Iris Rengganis, Sp.PD-KAI - Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

2. DR. Dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD-KAI - Allergy and Clinical Immunology Consultant, FKUI-RSCM

3. Dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2P)

MODERATOR:
Prof. DR. Drg. Tri Erri Astoeti, M.Kes.

MC:
Dr. Maria Shanty Gultom

PENUTUP:
Ratna Djoko Suyanto – Ketua Umum PERIP

SILAHKAN REGISTRASI UNTUK MENGIKUTI ACARA MELALUI TAUTAN BERIKUT:

http://bit.ly/YKPI-BIBIRCOVIDXXV

Live Streaming Via Youtube:
https://youtu.be/381BsUiV0PE

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silahkan menghubungi PIC acara kami:
1. Endang (YKPI) - 08111861505
2. Dr. Khalilah, M.Pd. (KOWANI) - 081280799716
3. Indah (PERIP) - 08123018160
4. Yuvita Dahlia (PJK) - 081930534325
5. Sally (MDS) - 08158849454
6. Ingrid (IndoHCF/KREKI) - 082277922084

SALAM SEHAT
PANITIA

  Komentar

Komentar Hanya Untuk Member

Komentar hanya bisa dilakukan oleh member IndoHCF.
Belum memiliki akun? klik disini untuk membuat akun baru.

  Baca Juga

“KAPAN PASIEN COVID-19 DINYATAKAN SEMBUH DAN TIDAK MENULAR LAGI?”

Indonesia merupakan salah satu negara yang masih belum berhasil sepenuhnya mengendalikan pandemi COVID-19, bahkan masih terus terjadi penin…

“VAKSINASI COVID-19: KAPAN & BERAPA LAMA TERJADI KEKEBALAN DAN BAGAIMANA MENILAINYA?”

Indonesia merupakan salah satu negara yang masih belum berhasil sepenuhnya mengendalikan pandemi COVID-19, bahkan masih terus terjadi penin…