Kabut asap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah kembali memburuk dan indeks kualitas udara kembali berada di kisaran 2.000, menurut sejumlah laporan.

Data BMKG mencatat indeks partikulat pada Jumat (16/10) pukul 09.00 WIB mencapai 1.889. Padahal indeks di atas 350 sudah dikategorikan sebagai bahaya.

"Ini yang tiap tahun kami alami, dan semakin tahun semakin tersiksa," kata Ari Rika dari Evella FM, mitra BBC Indonesia di Palangkaya.

"Tak ada udara bersih, udara yg kami menghirup sudah beracun," katanya pula.

"Sesak sekali, mata pedih. Di dalam ruangan pun harus menggunakan masker," kata Ninit, seorang warga di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah. Dia mengirimkan foto kegiatan belajar mengajar di dalam ruangan hari ini, di mana para mahasiswa tampak menggunakan masker.

kabut asap palangkaraya 1

Pemerintah telah membangun kanal bersekat sepanjang 14 kilometer di Desa Tumbang Nusa, wilayah rawan kebakaran hutan yang menimbulkan kabut asap pekat di Kalimantan Tengah.

Namun, banyak yang masih meragukan apakah kanal tersebut dapat menjadi solusi.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri pekan lalu menyatakan ada lima negara yang akan membantu Indonesia dalam upaya memadamkan kebakaran hutan serta mengatasi kabut asap. Bantuan sementara ini dipusatkan di Sumatra.

kabut asap palangkaraya 2

Sumber

  Komentar

Komentar Hanya Untuk Member

Komentar hanya bisa dilakukan oleh member IndoHCF.
Belum memiliki akun? klik disini untuk membuat akun baru.

  Baca Juga

Uji coba aspirin untuk melawan kanker

Sekitar 11.000 orang di Inggris ikut serta dalam uji coba untuk mengetahui apakah tablet aspirin bisa mencegah kanker untuk kembali lagi. …

Konflik tingkatkan kelaparan dunia yang 'mengerikan'

Sekitar 11.000 orang di Inggris ikut serta dalam uji coba untuk mengetahui apakah tablet aspirin bisa mencegah kanker untuk kembali lagi. …