Selasa 31 July 2018, Dr.dr.Supriyantoro Sp.P MARS (Ketua umum IndoHCF), turut serta Bpk.Rufinus Irman Susanto, Muhammad Ata dan team IndoHCF menghadiri undangan ibu Linda Amalia Sari Si.P selaku Ketua Gerakan Pemberdaya Suara Perempuan (GPSP). Pertemuan diawali dengan ketertarikan ibu Linda terhadap konsep program IndoHCF bernama "Indonesia Health Emergency Volunteer Community" yang menggabungkan konsep penguatan SPGDT dengan pemanfaatan teknologi mobile apps.

Kemampuan warga Indonesia menghadapi keadaan gawat darurat perlu menjadi perhatian, karena berkaitan dengan nyawa dan masih tingginya tingkat kematian akibat penanganan gawat darurat yang belum maksimal terutama pra hospital yang membutuhkan penanganan yang benar dan kecepatan terhadap penanganan kegawatdaruratan . IndoHCF mencetuskan program IHEVC, program ini memiliki 2 fokus yaitu:

  1. Peningkatan kompetensi SDM, yang akan dibagi menjadi 3 level yaitu masyarakat awam, paramedis dan medis. Setiap level tersebut akan diberikan pelatihan sesuai dengan kompetensinya. Pelatihan emergensi menjadi penting bahkan bagi seorang tenaga medis sekalipun, karena kemampuan untuk penanganan gawat darurat apabila tidak dilatih atau digunakan secara berkala akan terlupakan.
  2. Pemanfaatan teknologi terkini (Mobile Apps), pada masa era digital penggunaan smartphone meningkat tajam bahkan melebihi jumlah manusia yang ada di dunia. Pada kehidupan sehari-hari saat ini semua dilakukan secara digital. Sehingga smartphone di era saat ini menjadi benda yang penting untuk dibawa dalam setiap aktifitas. Bermula dengan adanya applikasi transportasi yang saat ini berkembang dengan mendeteksi motor dan mobil, bahkan dapat diintegrasikan dengan berbagai fitur lainnya. Seharusnya orang-orang yang memiliki kemampuan atau kompetensi menolong keadaan kegawatdaruratan juga dapat diintegrasikan dengan sistem tersebut berbasis mobile apps.

Program IHEVC, memiliki visi bahwa semua orang yang memiliki kompetensi untuk menolong orang lain seharusnya dapat terdeteksi dan terintegrasi. Sehingga apabila terjadi kegawatdaruratan, relawan dalam IHEVC dapat bergotong royong membantu siapapun yang sedang mengalami musibah. Untuk mencapai visi tersebut dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak dan semakin banyak relawan yang tergabung dalam IHEVC akan semakin banyak orang yang akan tertolong. Melihat visi yang baik GPSP turut serta bergabung dalam relawan IHEVC, yang direncanakan akan diadakan pelatihan pada akhir September 2018.

Apabila anda tertarik menjadi relawan IHEVC dapat bergabung dalam IndoHCF dan bergabung dalam program IHEVC. Untuk informasi lebih lengkap dapat menghubungi sekertariat Indonesia Healthcare Forum.