Untuk Anda yang pulang kampung atau mudik menjelang Lebaran, apa saja hal penting yang harus dipersiapkan sejak jauh hari untuk perjalanan panjang ini? Kesiapan kondisi kendaraan, amplop uang saku untuk keponakan-keponakan, atau oleh-oleh untuk orang tua mungkin?

Di antara sekian banyak persiapan mudik ini, seringkali kita melupakan satu hal yang sebenarnya sangat penting, yaitu persiapan kesehatan fisik.

Persiapan kesehatan fisik yang dimaksud bukan hanya menjaga tubuh agar cukup istirahat dan bugar selama perjalanan mudik. Kesehatan fisik juga bukan sekadar menyiapkan obat-obatan yang dibutuhkan jika sewaktu-waktu Anda merasa kurang enak badan. Lebih dari itu, kesiapan Anda untuk situasi medis darurat juga harus dipertimbangkan.

Bayangkan jika Anda mengalami kecelakaan saat perjalanan mudik, atau saat arus balik kembali ke kota, atau misalnya saat tiba-tiba penyakit Anda kambuh dan perlu dirawat di fasilitas kesehatan yang memadai. Apakah Anda sudah tahu harus menghubungi pos layanan kesehatan mana? Atau rumah sakit mana yang dapat merawat Anda dalam keadaan darurat? Apakah dana Anda cukup untuk perawatan khusus yang harus Anda terima di rumah sakit?

JKN Mudik dan Arus Balik

Di saat seperti itu, orang sering lupa bahwa mereka bisa memanfaatkan Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN. Sebenarnya sebagian besar masyarakat sudah didaftarkan untuk program BPJS Kesehatan dari kantor/tempat bekerja mereka. Sebagian masyarakat tidak mampu juga sudah termasuk dalam peserta penerima bantuan iuran karena sudah didata dan didaftarkan oleh Kementerian Kesehatan yang bekerja sama dengan Kementerian Sosial.

Dengan program JKN, Anda sudah bisa mendapatkan layanan:
- Pemeriksaan, pengobatan dan konsultasi medis
- Tindakan medis non spesialistik, baik operatif maupun non operatif
- Pelayanan obat dan bahan medis habis pakai
- Transfusi darah sesuai dengan kebutuhan medis
- Pemeriksaan penunjang diagnostik laboratorium tingkat pertama
- Bahkan, rawat inap tingkat pertama sesuai dengan indikasi medis

Masalahnya, apakah memungkinkan menerima fasilitas JKN jika tidak berada di wilayah domisili?

Menurut Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan Fajriadinur, selama mudik Lebaran, pemegang kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) maupun Kartu Indonesia Sehat (KIS) tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dari BPJS Kesehatan, meskipun tidak terdaftar di puskesmas atau klinik yang ada di kampung halaman masing-masing.

Mekanismenya, peserta tersebut melapor ke kantor cabang BPJS Kesehatan di daerah tujuan untuk mendapatkan tanda peserta sementara yang dapat digunakan maksimal selama satu bulan.

Tentu saja untuk menerima fasilitas ini, Anda harus memperhatikan syarat-syarat berikut:
a. Peserta dianggap berada di luar wilayah apabila peserta melakukan kunjungan ke luar domisili karena tujuan tertentu, bukan merupakan kegiatan rutin.
b. Untuk mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama di tempat tujuan, kunjungan pertama dapat dilayani dengan menunjukkan identitas JKN dan identitas diri lainnya (KTP/SIM/dll). Untuk kunjungan berikutnya, peserta wajib membawa surat pengantar dari Kantor Cabang, Kantor Layanan Operasional Kabupaten Kota BPJS Kesehatan, kecuali dalam kondisi gawat darurat.

Masih menurut Fajriadinur, saat libur Hari Raya, petugas BPJS Kesehatan di rumah sakit tetap disiagakan untuk melayani peserta JKN yang membutuhkan penanganan darurat, jadi untuk keadaan emergency bisa langsung ke rumah sakit.

Ternyata mempersiapkan JKN cukup membantu perjalanan mudik dan balik Anda, bukan? Karena itu, manfaatkan layanan dari negara ini secara maksimal, juga jangan ragu bertanya bila ada segala sesuatu yang tidak dimengerti kepada pihak penyelenggara JKN.


Sumber:
http://www.depkes.go.id/resources/download/jkn/buku-saku-faq.pdf
http://www.beritasatu.com/kesehatan/290772-mudik-ke-kampung-halaman-kartu-jkn-dan-kis-tetap-bisa-dipakai.html
https://www.lapor.go.id/pengaduan/1464515/pelayanan-kesehatan-luar-domisili.html

  Komentar

Komentar Hanya Untuk Member

Komentar hanya bisa dilakukan oleh member IndoHCF.
Belum memiliki akun? klik disini untuk membuat akun baru.

  Baca Juga

CPR, Perlukah Dipelajari Orang Awam (Non-medis)?

Pertolongan pertama atau PPGD dilakukan dengan konsep ‘Rantai Penyelamatan’ yang berupa tahapan tindakan. Tahapan yang ada dalam ‘Rantai Pe…

Peranan Ibu Dalam Penurunan Angka Kematian Anak

Pertolongan pertama atau PPGD dilakukan dengan konsep ‘Rantai Penyelamatan’ yang berupa tahapan tindakan. Tahapan yang ada dalam ‘Rantai Pe…