Belakangan ini, sosok seorang anak muda bernama Karin Novilda atau Awkarin menjadi perbincangan hangat di jejaring sosial. Karin menjadi kontroversi karena gaya hidup yang dipertontonkan melalui vlog (video blogger) pribadinya tergolong cukup berani. Sejumlah masyarakat mengecam hal tersebut karena dengan jumlah follower yang masif, ditakutkan Karin akan membawa pengaruh buruk. Namun bagi remaja, Karin adalah sosok yang mewakili kehidupan mereka.

Karin tak malu-malu menunjukkan gaya pakaian yang selalu terbuka, bicara kasar, merokok, minum alkohol hingga gaya pacaran yang cenderung bebas. Hal ini mewakili sebagian besar remaja yang ada di Indonesia saat ini.

Di usia yang muda, Karin memiliki begitu banyak akses untuk informasi, namun tidak memiliki dasar atau pendampingan untuk menyaringnya. Bahkan informasi yang sebenarnya mereka butuhkan, tidak tersampaikan dengan tepat.

Konsumsi rokok, alkohol, atau obat-obatan terlarang, aktivitas seksual tanpa pengetahuan yang cukup, belum lagi bullying, menjadi beberapa masalah kesehatan yang banyak dialami remaja, dan sering tidak disadari atau dianggap serius oleh sebagian besar masyarakat, hingga muncul korban.

Faktanya, beberapa gangguan kesehatan remaja yang cukup serius dan sering terjadi setiap tahun adalah:

  • Lebih dari 1,8 juta remaja dengan usia 15 sampai 24 tahun meninggal, disebabkan oleh hal sebenarnya bisa dicegah.
  • Sekitar 16 juta anak remaja perempuan dengan usia 15 sampai 19 tahun melahirkan.
  • Remaja berusia 15 hingga 24 tahun, terdaftar 40% dari semua infeksi HIV.
  • Sekitar 20% remaja akan mengalami masalah kesehatan mental (depresi atau kecemasan).
  • Sekitar 150 juta remaja merupakan perokok dan Pecandu Narkotika.

PEMERINTAH IKUT BERTANGGUNG JAWAB

JKN selama ini dekat dengan penggunaannya untuk masyarakat kelas menengah ke bawah, pelayanan kesehatan karyawan, atau Ibu dan anak. Namun, jarang sekali terdengar bahwa JKN dapat digunakan untuk penanganan kesehatan remaja, baik kesehatan fisik maupun mental.

Apakah remaja memiliki akses untuk pelayanan JKN? Tentu saja. Bahkan remaja menjadi salah satu target untuk program akselerasi pemenuhan akses pelayanan kesehatan yang berkualitas dari JKN selain Ibu, Anak, dan Lanjut Usia.

Mungkin banyak yang belum tahu juga bahwa program kesehatan remaja sudah mulai diperkenalkan di Puskesmas sejak satu dekade yang lalu berupa penyuluhan dan diskusi dengan remaja tentang masalah kesehatan melalui wadah usaha kesehatan sekolah (UKS), karang taruna, atau organisasi pemuda, dan kader remaja lainnya yang dibentuk oleh Puskesmas.

Beberapa tahun terakhir ini juga mulai dilaksanakan beberapa model pelayanan kesehatan remaja yaitu pelayanan kesehatan peduli remaja atau disingkat PKPR.

Program PKPR antara lain:

  1. Pemberian informasi dan edukasi berupa ceramah tanya jawab, focus group discussion (FGD), diskusi interaktif, yang dilengkapi dengan alat bantu media cetak atau media elektronik (radio, email, dan telepon/hotline, SMS).
  2. Pelayanan klinis medis termasuk pemeriksaan penunjang dan rujukannya.
  3. Konseling
  4. Pendidikan Keterampilan Hidup Sehat (PKHS) yang merupakan adaptasi dari life skills education.

Selain itu, remaja yang juga memiliki keanggotaan JKN, dapat memiliki akses terhadap semua fasilitas dan pelayanan kesehatan yang disediakan oleh JKN. Diharapkan dengan adanya program ini, para remaja dapat diarahkan untuk mendapatkan penanganan kesehatan yang berkualitas.

Sumber:

https://tips-sehat-keluarga-bunda.blogspot.co.id/2013/08/gangguan-kesehatan-remaja-yang-semakin.html

http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/kesehatan-remaja-di-indonesia

  Komentar

Komentar Hanya Untuk Member

Komentar hanya bisa dilakukan oleh member IndoHCF.
Belum memiliki akun? klik disini untuk membuat akun baru.

  Baca Juga

Bagaimana  Nasib Kesehatan Ibu dan Anak Setelah Program EMAS Berakhir?

Salah satu masalah kesehatan Ibu dan Anak yang utama di Indonesia berkaitan dengan tingkat kematian Ibu hamil/bersalin dan bayi baru lahir.…

Modernisasi Pengelolaan Ketersediaan Obat-obatan di Era JKN

Salah satu masalah kesehatan Ibu dan Anak yang utama di Indonesia berkaitan dengan tingkat kematian Ibu hamil/bersalin dan bayi baru lahir.…