Penduduk ataupun warga yang beraktivitas di Provinsi DKI Jakarta berisiko terkena serangan jantung yang disebabkan polusi kota. Penelitian yang diterbitkan pada jurnal PLOS Medicine menemukan fakta bahwa polusi udara ternyata dapat berpengaruh terhadap kesehatan jantung yaitu dapat memicu serangan jantung dan stroke. Penyebab kematian umumnya keterlambatan pemberian pertolongan pertama kepada korban serangan jantung di tempat dan teknik pemberian pertolongan yang tidak tepat. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat Indonesia khususnya di wilayah Provinsi DKI Jakarta, Indonesia Healthcare Forum (IndoHCF) – Corporate Social Responsibility dari PT IDS Medical Systems Indonesia bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) mengadakan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi Awam dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar bantuan hidup dasar bagi masyarakat awam di daerah Provinsi DKI Jakarta. Pelatihan ini sebelumnya telah dilaksanakan pada tanggal 26 Juli - 31 Agustus 2016 dengan peserta awam dari berbagai instansi di wilayah DKI Jakarta dengan total peserta sebanyak 1,067 orang.

Instansi serta perusahaan yang turut berpartisipasi dalam Pelatihan BHD diantaranya adalah:

  1. Dinas Kesehatan
  2. Dinas Perhubungan & Transportasi
  3. Dinas Pemadam Kebakaran
  4. Badan Penanggulanan Bencana Daerah
  5. Biro Umum Provinsi DKI Jakarta
  6. Kepolisian Daerah Metropilitan Jakarta Raya
  7. PT Kereta Api (Persero) Daerah Operasional 1
  8. PT Reska Multi Usaha
  9. PT KAI Commuter Jabodetabek
  10. PT Blue Bird, Tbk
  11. PT GO-JEK Indonesia
  12. PT Sinar Prapanca
  13. Sekolah Staf & Komando Angkatan Laut
  14. Rumah Sakit Marinir Cilandak

Acara penutupan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Bagi Awam secara resmi ditutup oleh Bapak Djarot Saiful Hidayat - Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta pada tanggal 6 September 2016 di Balai Agung, Balaikota DKI Jakarta. Beliau menyampaikan bahwa penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor 3 di DKI Jakarta. Karena itu, pengetahuan tentang bantuan hidup dasar bagi pasien serangan jantung sangat penting, terutama bagi mereka yang bekerja di lingkungan area publik.

Ia menyebut bahwa pasien serangan jantung yang mengalami serangan di tempat umum lebih sering ditonton orang. Hal ini karena masyarakat tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan untuk melakukan pertolongan pertama. "Misalnya yang bekerja sebagai security di mal, atu juru parkir dan juga petugas transjakarta. Kemampuan ini penting sehingga kalau ada pasien serangan jantung jangan hanya ditonton tapi juga ditolong," tuturnya.

Ke depannya, ia berharap semua lapisan masyarakat memiliki pengetahuan soal bagaimana melakukan pertolongan pertama. Tidak hanya untuk serangan jantung, tapi kecelakaan lalu lintas, tersambar petir dan juga orang yang tenggelam. "Kita upayakan nanti minimal di setiap stasiun, terminal atau tempat umum memiliki orang yang punya pengetahuan soal pertolongan pertama ini sehingga kematian bisa dicegah," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama Bapak Rufi. I Susanto - Senior Managing Director PT IDS Medical Systems Indonesia memberikan sumbangan alat kejut jantung semi otomatis kepada para perwakilan instansi yang mengikuti pelatihan. Sumbangan ini merupakan bentuk kepedulian sosial untuk membantu menurunkan tingkat kematian akibat serangan jantung di tempat umum.

Berita Video:

Sumber berita:
Koran Kompas edisi 7 September 2016 halaman 28

  Time & Location

Google Maps

PERKI House
26 July 2016

  Timetable

  • Tidak ada timetable untuk event ini

  Speaker Profiles

  • Tidak ada profil pembicara untuk event ini

  Materials

  • Tidak ada materi untuk event ini
  •   Silahkan Daftar / Login terlebih dahulu sebelum mendownload Material disini

  Komentar

Komentar Hanya Untuk Member

Komentar hanya bisa dilakukan oleh member IndoHCF.
Belum memiliki akun? klik disini untuk membuat akun baru.